Wadah Madrasah Pengalaman: Nikmat kenangan


Saturday, April 13, 2013

Nikmat kenangan

 
 
Assalamualaikum...
Kekadang segala yang ingin aku lupakan berputar kembali dalam angan. Sejauh mana pun aku berjalan, Bertahun lama pun masa yang berlalu ingatan itu pasti wujud..Sering kali aku jadikan teratak ini sebagai penghapus rindu namun segala ruang yang ada mencampakkan aku lagi ke dalam cerun kenangan lampau...Pernah seketika dulu aku biarkan teratak ini bersawang.
Ramadhan tinggal beberapa  bulan saja lagi.Semakin hari semakin takut untuk ku melangkah. Walau sudah bertahun tahun Ramadhan ku kecapi , Detik janji itu tak pernah padam walau secebis zarah sekalipun..
 
Tanpa kusedari, dipipi mengalir air mata, menitis membasahi papan kekunci lappy ku. Aku terlampau cengeng ketika ini. Teresak esak nafasku. Hampir sahaja aku melarikan pandang dari teratak ini.
 
Beberapa bulan jua aku biarkan teratak aku ini bersawang, syukurlah ketika ini, teratak ini dipenuhi kembali dengan kunjungan kalian. Dan senyum ku mula terukir,entah nyata atau palsu. Entah bohong atau benar. Aku biarkan luaran menjadi penghakiman sifat ku. 
 
Andai diri ini hilang pertimbangan ingin saja ku gores besi tajam mencengkam pergelangan tanganku. Kenapa Tuhan beri ujian sebegini berat..??? Apa hikmahnya Ya ALLAH?.Mungkin aku bukan penikmat garam yang "TEGAR"..Rasa hati ingin saja dihempuk kelibat perasaan aneh yang terpampang dimaya fikiran..Tapi aku bukan sekeras tukul besi berkepala besar.Seketika aku hilang ketenangan, meronta ronta menyalahkan takdir seperti hilang Agama , hilang iman didada..
Andai hari ini aku bisa saja gerakkan setiap saat pasti akan ku undur setiap detik yang berlalu.Pasti saja aku hilangkan setiap pertemuan bersama nya agar aku tak merasa siksanya terseksa.Namun segalanya sudah tersirat dan tersurat . Hampir berpuluh kali aku draftkan entri ini menunggu untuk dipersembahkan. aku mengeluh, berkerut wajahku sebentar. Terhentak hentak rasa hatiku seperti mempunyai sepasang kaki. Keluhan aku berpanjangan namun tiada riak yang terhasil, kali ini aku biarkan suasana menyelami aku.
Bukan aku hendak menolak atau aku hendak mempersoalkan perancangan Allah..Tapi sukar untukku terima kenyataan..Hakikat yang hari ini bukan mimpi...Yang hari ini mesti diteruskan seperti biasa..Aku sering bertelagah dengan minda.."mengapa aku di uji sedemikan rupa". Satu persatu masalah mula timbul.Mungkin bagi kalian senang hendak memuntahkan kata dari mengalami..Atau aku  tak setabah karang dilautan..Sapa yang mengerti??
Tika dibuai rindu, emosiku menyentuh di dasar paling rendah yang pernah dicapai dalam hidup ini. Saat ini, aku seperti menjangka akan gagal buat sekelian kali, lebih-lebih lagi saat ini sahabat ku mula hilang seorang demi seorang. Benar aku tak mampu berdiri sendiri. Aku masih belajar mencari makna hidup mencari makna kesempurnaan hidup..Syukur aku tidak pernah lupa akan Nya. 
 
Kali ini aku duduk keseorangan , terkebil kebil kelopak mata melihat sekeliling..entah apa yang hebatnya aku ..Jauh disudut kasih …kadang hampir rapuh dahan kesabaranku… sedang didada masih terpuruk rasa sayang untuk meninggalkan langkah disini . Kerana itu, aku cukup menghindar daripada berada di awan genawan kenangan, atau menyerempak dengan mereka yang berkait nostalgia lama . Melainkan, saat aku sudah cukup tegar, cukup fikir yang ranum, cukup tenung yang dalam. Biar uban berebutan di kepala, atau rambut berkejaran cabut dari akarnya. Waktu itu aku pasti kan cukup kuat mengenang kesemuanya..... 

Tabahkan lah hamba Mu ini Ya Allah..Biarlah aku mampu tersenyum seperti masa yang sudah sudah..Tapi janganlah Kau hapuskan kenangan ku.....

Dalam hidup ini,
kau banyak mengajar aku erti kehidupan.
Ajar aku erti kesabaran,ketabahan,kejujuran,keiklhasan, dan kesetian.
Disini kisah,
Ada kisah yang terpisah,Ada rindu yang tak sudah,Dan kekecewaan yang kian bertambah,
Ku ukir madah gembira sebagai helah, 
Disebaliknya aku bukan itu, 
Tidak mengerti, 
Tidak mengetahui, 
Dan tidak memahami, 
Maknanya aku menipu selama ini, 
Kata ku, Aku gembira, Namun realiti nya bukan seperti yang ku kata, 
Maaf atas segala... 
Yang pasti itulah aku, Insan tak setabah dirimu.


 
 
.




2 comments:

Naimah Ima said...

setiap kehidupan mempunyai kenangan yang berbeza..andai kenangan itu terlampau pahit,telan lah kepahitan itu dan panjangkan harapan unutk kenangan yang lagi indah..InsyaAllah,kenangan yang indah yang dtg dr Allah mampu menutup kenangan pahit itu.

Nur Dzafirah said...

:) ujian menjadikan semakin kuat utk hadapi semua ujian yang mendatg lagi kelak.

#Sabar penguat jiwa & hati

Allah lebih sygkan kita...