Wadah Madrasah Pengalaman: Sebenarnya aku tak pernah berhenti berusaha


Saturday, March 30, 2013

Sebenarnya aku tak pernah berhenti berusaha

.



Assalamualaikum...


Resah kadang buatkan aku putus asa . Dan kadang aku tak tertanggung akan beban yang aku hadapi . Berbakul bakul duri tajam menyerang teras kepala ku (migrain) hampir tumbang aku . selirat wayar darah ku terbatuk batuk membawa oksigen yang kadang terhenti memitam kan mata . selepas ini mungkin aku akan berserah dan menanti , bukan bermakna aku berhenti untuk berusaha namun aku terlampau bimbang akan keterpaksaan nya . Biarlah waktu yang bakal berlalu menjadi jalan cerita yang penuh makna  dengan sujud ku yang tak henti henti berdoa . Sebenarnya aku tak pernah berhenti berusaha >.<

Dan setiap apa yang aku jalani kini mengingatkan aku tentang kesilapan yang mungkin aku tak sedar dalam menempuh liku liku hidup . mungkin suatu masa aku fikirkan itu yang terbaik tapi pada dia tidak.Mungkin .. sapa tahu bukan . Maafkan aku . 

TANAH SEMAKIN PADAT SELEPAS HUJAN BUKAN??

Pada tanah yang padat itulah kita tanam semula benih yang akan dihujani rentis hujan dan bercambah menjadi pohon pohon yang merimbun . Tidak kah jua dengan perasaan ??

Semakin hari usia semakin meningkat dewasa semakin bimbang akan kehidupan mana kah lagi hendak ku pilih jika tidak pada kesetian yang berteraskan keimanan pada MU YA ALLAH .Umur yang berganjak selaras dengan masa bukan boleh hendak aku putarkan kembali . Dan kematian itu pasti menjemputku mungkin esok atau lusa ...

Kadang aku termakan dengan kata kata sendiri termakan janji dengan penikmat garam yang lebih dewasa . Sesungguh nya aku terasa begitu banyak berdosa . YA ALLAH semoga simpulan ini bertahan dengan izin MU dan KAU permudahkan lah hati hati kami. YA ALLAH detikkan lah rasa kasih di hati kami rasa cinta akan kebahagian dan rasa sayang akan saling melengkapi . dan kembalikan perasaan itu pada jiwa jiwa yang kosong.


Tatkala masa berlalu aku semakin gusar akan cita cita ku impian ku angan angan ku . Tipu lah aku jika aku tidak mengimpikan sebuah perkahwinan yang indah bersama si pemilik separuh hati ku .Usia yang berganjak membuatkan aku benar benar perlu menempuh segala nya dengan penuh yakin dan kesetian yang benar benar aku letakkan penuh pengharapan. YA ALLAH aku jua hamba MU yang inginkan kebahagian .

Hari hari ku kini ibarat menantikan untuk mengkagumi keindahan langit petang bersama pelangi ciptaan, yang tidak pernah tamat. Persisnya, begitulah lagaknya diriku, yang masih mentah untuk mengenal sejauhmana kematangan diri dalam meniti hari - hari di dunia ini. Walau terasa sejumlah besar hati ini terlalu sensitif pada patah patah kata yang terluah mungkin kerna angka hidupku... Atau sayang itu semakin merebak .

Aku tidak seperti orang lain. Tidak mempnyai impian dan harapan yang tinggi. Tidak juga terlalu spesifik.Cuma rindu itu semakin berkarang dilubuk hati.. Dia mungkin tidak pernah tahu..Ya.. tidak pernah tahu...


Sudah menjadi lumrah hidupku bermain dalam angan , menjadi pengarah dalam angan ku , aku yang mengarah aku jua pelakon nya.Angan ku itu berupa harapan dan boleh jadi ia sebuah Doa hadapan ku.Aku mahukan sebuah rumah yang indah lanskapnya. Mungkin dipagari dengan pagar kayu yang bersilang dengan tona warna kayu yang alami. Punyai tembok dinding yang kasar dan berbatu. Punyai pohon pohon hijau yang rendang , Pohon bunga kertas pelbagai warna , boleh bersemayam atas selasar pangkin kayu. Waktu itu, aku dengan DSLR ku dan dia Suri hidup ku...


.






3 comments:

Nur Dzafirah said...

Rasa hidup ceritanya. Pengalaman ke? Jalan-jalan sini... :)

keron said...

aku tahu kau akan bertahan wan. sampai kau dapat kebahagiaan. insyaAllah :)

Mieza Jhaa K said...

Kata hati jauh disudut hati...fuh bersengkang mata membaca dgn tekun...~>_<~