Wadah Madrasah Pengalaman: Hari hari terakhir Ramadhan


Friday, September 3, 2010

Hari hari terakhir Ramadhan

.






SalamKorang...





Salam pembuka kata. Cerita songsang kisah benar semua berbisik untuk berbicara. Pesanku, masih sempat lagi untuk kamu beralih ke entri lain atau halaman lain sebelum aku memulakan bicara. . . Kalian masih berkesempatan berhenti membaca setakat ini...


Baru kini aku sedari, malah lebih memahami setiap yang terjadi pasti ada hikmahnya, benar sebelum ini kata kata itu hanya penipuan di bibir yang berbicara, jauh benar hendak mengakui kebenarannya disudut hati. Entah mungkin itu caranya, atau itu kah kehidupan, kata nya jua teman ketawa senang dicari namun kawan berduka...? bila dah berjaya..jangan lupa yang dibawah..aku tetap bangga dengan kalian.. Kini aku semakin dewasa kian mengenali makna kehidupan. Memahami setiap sebab pasti ada penyebab... Dahulu jahil nya aku begitu tebal,hanya tahu mengeluh, menyalahkan sebab,dan marah yang teramat.



"Bangga aku pokok mula dah berbunga,
Dahan nya sik tahan bunga nya macam macam warna,
Mati kita,
Kuatkan dahan lok...
Siniey datang buah mun kita sik nanam pokok..."



Mungkin Ramadhan ini mengajar aku erti ketenangan, memberi aku lebih banyak masa mengimbau langkah yang telah terlakar. Alangkah indah nya dan bertuahnya aku andai hari ini detik ini aku berjaya menamatkan kisah duka dalam kehidupan ku. Namun aku tidak semampu itu, tidak sekuat seperti yang terlakar, untuk mengarang kehidupanku agar selepas ini, bermula dari detik ini,kehidupanku hanya disaluti kegembiraan happy ending.. .

Itulah kehidupan bukan hanya aku namun semua kita di sini. Yang berkumpul di teratak ini...tidak akan tahu apa yang seterusnya.


Kehidupan umpama kita melangkah anak tangga, kita fikirkan anak tangga itulah yang terakhir, rupa rupa nya dalam samar wujud satu anak tangga lagi, tatkala kaki melangkah melayang di udara lalu terhentak pada sesuatu yang tidak kita duga, kita berhenti seketika membiarkan diri terbiasa justeru terdiam, dalam diam ada yang tertawa malah ada yang marah...namun itulah kehidupan... Pasti ada parut kerna langkah peninggalan kita. Siapa kita,kita yang tentukan, mengapa jalan itu yang dipilih...itu pilihan kita.







Kalian Bagaimana???


.





2 comments:

HonEyBuNNy said...

salam..inilah realiti kehidupan yg harus kita tempuhi...;-)

siti faridah harun (nama penuh tu) said...

lumrah kehidupan ,,, pengalaman mematangkan fikiran ..